Jakarta - komitmen untuk mendorong peran dan pengakuan musik Indonesia Timur dalam kerangka kebudayaan nasional semakin menunjukkan geliat nyata. Hal ini tercermin dalam Rapat Terbuka yang digelar di Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Selasa (27/1/2026), yang menghadirkan pertemuan langsung antara komunitas musik Indonesia Timur dan para pengambil kebijakan.
Forum diskusi ini menjadi wadah strategis untuk membahas arah pembangunan ekosistem musik Indonesia Timur, termasuk tantangan struktural, keberlanjutan karya, serta posisi musik daerah dalam kebijakan kebudayaan nasional. Para musisi, produser, dan penggerak musik dari kawasan Timur Indonesia hadir menyampaikan gagasan serta aspirasi mereka secara terbuka.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, di antaranya Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Giring Ganesha, Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif sekaligus Ketua Umum FESMI, Yovie Widianto, serta Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Sosial dan Publik, Deddy Corbuzier. Kehadiran para tokoh lintas sektor tersebut memperlihatkan perhatian serius negara terhadap perkembangan musik sebagai bagian penting dari identitas budaya dan ekonomi kreatif.
Dalam kesempatan yang sama, diperkenalkan pula sebuah penamaan kolektif “Timurnesia”, yang dicetuskan oleh Silet Open Up, musisi yang dikenal luas melalui karya hit Tabola Bale. Nama ini dimaknai sebagai representasi semangat kebersamaan dan identitas kolektif musisi Indonesia Timur dalam membangun ruang kolaborasi dan memperjuangkan visibilitas yang setara di tingkat nasional.
“Timurnesia” diharapkan menjadi payung gerakan yang mampu menyatukan energi kreatif musik Indonesia Timur, sekaligus mendorong dialog berkelanjutan dengan pemerintah agar kebijakan kebudayaan nasional semakin mencerminkan keberagaman ekspresi musik Nusantara.
Rapat terbuka ini menegaskan bahwa musik Indonesia Timur bukan sekadar bagian pelengkap, melainkan elemen penting dalam narasi besar kebudayaan nasional yang layak mendapatkan perhatian, dukungan, dan ruang tumbuh yang berkelanjutan.
Sebagai bagian dari ekosistem industri musik, Premiere Publishing turut menyatakan dukungannya terhadap inisiatif Timurnesia. Sebagai perusahaan pengelola hak cipta yang menaungi berbagai karya dan pencipta musik dari kawasan Indonesia Timur, Premiere Publishing berkomitmen untuk mendorong keberlanjutan karya, perlindungan hak pencipta, serta perluasan akses dan eksposur musik Timur Indonesia di tingkat nasional maupun global. Dukungan ini sejalan dengan semangat Timurnesia dalam memperkuat identitas, solidaritas, dan posisi musik Indonesia Timur sebagai bagian penting dari kebudayaan Indonesia.
Premiere Publishing merupakan perusahaan pengelola hak cipta musik yang berkomitmen untuk mendukung para pencipta lagu melalui sistem publikasi yang modern, transparan, dan tepat waktu. Dengan pengalaman dalam mengelola lebih dari 10 ribu katalog lagu serta mengembangkan pencipta lagu dari berbagai genre dan wilayah Indonesia, Premiere Publishing menjadi mitra strategis bagi para pencipta lagu dan industri musik.
Untuk mendapat informasi lebih lanjut
Hubungi kami.